Manfaat bermain musik

Meningkatkan IQ

Tulisan yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature menyimpulkan bahwa mempelajari alat musik dapat meningkatkan prestasi akademik anak.

Prabhu merasa ini berasal dari fakta bahwa bermain musik menggunakan kedua sisi rasional Anda (otak kiri) dan sisi kreatif Anda (otak kanan), sehingga meningkatkan IQ. Banks menambahkan, “Anak-anak memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menguasai keterampilan baru, jadi ide yang baik untuk memberi mereka tantangan saat liburan nanti.”

Menenangkan hati
Anak Anda dapat mempelajari instrumen musik di mana saja dan kapan saja. Ada bukti yang bisa memperkuat temuan ini. Bermain musik secara ilmiah bisa meningkatkan keadaan pikiran. Prabhu mengatakan, “Bermain musik bisa menghasilkan endorfin, hormon bahagia. Terlepas dari apakah Anda sedih atau dalam suasana hati buruk, bermain alat musik selalu akan membuat Anda merasa lebih baik.”

Meningkatkan kewaspadaan
Banks mengatakan, “Belajar alat musik membuat kemampuan otak berkembang. Tekanan untuk berprestasi akademis yang intens. Sebuah penelitian di AS baru-baru ini menunjukkan bahwa memainkan alat musik dapat membalikkan beberapa komponen stres.”

Terlibat dalam kemampuan ekspresif menenangkan membuktikan lebih efektif dari sekadar duduk untuk bersantai. Prabhu mengatakan, “Musik menenangkan dan merangsang syaraf otak. Ini juga meningkatkan kemampuan untuk menyerap informasi lebih lanjut.”

Menanamkan disiplin
Menurut Banks, belajar alat musik membutuhkan jam praktek dan disiplin yang ketat. Dengan rentang perhatian yang pendek, belajar musik menanamkan rasa disiplin dan membantu meningkatkan fokus anak dengan pesat.
Dia menambahkan, “Memainkan instrumen mengajarkan manfaat kerja sama. Sebuah kelompok yang memainkan sebuah lagu bersama mempromosikan ikatan, persahabatan, persaingan yang sehat, hormat dan kepercayaan diri.”

Psychomotor Skills (gerakan/ motorik)

Musik dituangkan melalui gerakan yang teratur dan terkendali, bermain musik meningkatkan respon terhadap informasi yang dilihat (membaca notasi lagu) dan didengar (hasil dari permainan jari jemari), lalu tubuh kita melakukan gerakan yang sesuai. Hal ini bisa membantu merangsang dan mengembangkan area otak secara optimal dan lebih spesifik pada seorang anak.

Perceptual Skills (kemampuan berpandang an/memahami)

Persepsi (pandangan) akan dinamika lagu, artikulasi dan pitch dari nada-nada, akan meningkatkan kepekaan terhadap keadaan tertentu, kemampuan mencurahkan ide, dan berwawasan terbuka. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa, sehingga dapat mengemukakan kata-kata secara akurat.

Affective Skills (kemampuan memberikan kesan)

Musik memberi lahan bagi anak-anak untuk memaknai ekspresi dari sebuah lagu. Hal ini membuat mereka tertantang bagaimana membuat kehidupannya lebih berkesan dan bermakna bagi orang lain.  Setiap orang membutuhkan sentuhan dihati dan perasaannya, cinta dan kasih sayang menjadikan hidup lebih sehat dan bahagia.

Cognitive Skills (kemampuan intelektual)

Respon terhadap bentuk dan perubahan irama serta memvisualisasikan berbagai elemen musik secara bersamaan, membentuk anak dapat berpikir kritis, yaitu kemampuan  berpikir yang cepat dan tanggap dalam memecahkan berbagai persoalan, misalnya untuk menemukan jawaban pada soal-soal matematika. Juga membentuk kemampuan beranalisa yang dapat digunakan untuk menyelesaikan problema lainnya yang dibutuhkan suatu hari nanti.

 

Social Skills (kemampuan bersosialisasi)

Belajar musik adalah sebuah kerja kelompok antara bermacam-macam keahlian dengan disiplin yang berbeda. Agar sebuah orkestra menghasilkan suara yang harmonis, dibutuhkan kerjasama dan komitmen untuk meningkatkan kemampuan dengan tekun berlatih. Dengan bermain musik akan menambah  percaya diri anak yang berguna bagi pergaulan sosialnya.

 

Aesthetic Skills (kemampuan bercita rasa)

Anak-anak  yang belajar dan menggeluti seni, termasuk seni musik akan memiliki cita rasa dan rasa menghargai (cinta) akan keindahan. Rangkaian detail-detail nada yang tersusun harmonis,  dimainkan menjadi suara yang indah dan mempesona.

Cultural Skills (kemampuan berbudaya)

Musik bersifat universal. Datang dari berbagai macam budaya. Sebuah study tentang seni membuktikan bahwa anak-anak mempunyai sebuah pandangan internal dari beragam budaya, dan itu mengajarkan pada mereka rasa empati yang lebih baik, apresiasi terhadap keragaman budaya, bangga terhadap budaya sendiri dan berpikir terbuka terhadap budaya asing.

Sebagai sebuah seni pendidikan, belajar musik sejak dini akan memperkaya kehidupan seseorang, mengekspos semua kemampuan dan potensi yang ada. Musik bukan hanya memberi sebuah bentuk ketrampilan, tetapi pada saat yang sama juga memperkaya kehidupan seorang siswa, bahkan dapat mengembangkan keahlian dalam bidang-bidang akademik lainnya. (GP-CMS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: